Minggu, 25 September 2016

Thoughts

25 september 2016

hai dunia blog

Entah kenapa saya ingin menulis saat ini. perasaan ingin menuangkan segala pemikiran saya terhadap sebuah papan putih tanpa tinta ini. Sudah 23 tahun saya diberi kesempatan untuk melihat dunia ini seperti apa. Sekejap saja terasa saya sudah disini, menulis cerita ini. Lihat apa yang kamu lalui terasa cepat ketika kamu menikmatinya bukan? Ya saya menikmatinya, kehidupan ini begitu nikmat hingga terasa singkat. Saat ini saya merupakan mahasiswa tingkat akhir yang hanya mempunyai kewajiban untuk menyelesaikan skripsi. Semoga saja bisa terselesaikan dengan baik (halo saya dimasa depan yang sudah selesai skripsinya). 
Saya tahu bahwa bertambahnya usia bukan berarti dia menjadi lebih dewasa. Menjadi dewasa adalah mampu menyadari akan tanggung jawabnya. Menikahi gadis pujaan hati, mempunyai pekerjaan untuk menafkahi keluarga, mempunyai rumah dan mobil. Tentu saja bila nanti saya menjadi pegawai dari sebuah perusahaan akan dituntut untuk mempunyai rekening bank. Ya, Bank yang kaitannya erat dengan bunga saat menabung maupun berhutang kepadanya. Layaknya permainan monopoli yang sangat digemari. Ya sebenarnya kita memang player dari permainan monopoli itu yang terikat dengan bank. Hidup ini bagaikan permainan monopoli? Ya bisa dibilang begitu. terdapat dadu dadu kehidupan yang mengatur langkahmu. Entah dadu itu akan menuntunmu kemana. Apakah dadu tersebut akan memberikan kesempatan atau malah memberikan bencana. 
Saat ini dunia sedang damai sekaligus kacau. dunia bagian barat menyerbu dunia timur mengatas namakan keadilan. Dengan berdalil keadilan dan kebebasan mereka menghancurkan satu negara, dua negara, tiga negara dst. Tidak akan ada habisnya sampai mereka menguasai dunia. Pekerjaan mereka tidak lebih baik daripada tindakan terorrisme. Ini dunia sana, bagiamana disini? Disini ya kapitalisme merajalela. Uang uang uang adalah raja saat ini. Pemuda dan pemudi telah kehilangan nilai budaya sopan santun. Mungkin sebutannya adalah degrading morale value. Mereka akan selalu melakukan pembenaran atas tindakan mereka. Lalu siapa yang harus disalahkan? Sistem pendidikan? Karena mereka adalah hasil dari sistem pendidikan? Atau orang tua mereka? Yang tidak mendidik anak mereka dengan benar dan melakukan pembiaran atas tindakan mereka? Atau teman teman mereka? Yang mengajak dan mempengaruhi anaknya? Atau media? Atau siapa saja yang berpengaruh dalam kehidupan anak tersebut? Hewan peliharaannya? Makanannya? Atau bahkan Tuhannya? Tidak, Tuhan tidak pernah salah karena Dia adalah Maha Benar.
Kiamat sudah dekat. ya sejak munculnya Nabi Muhammad Saw kiamat memang sudah dekat. Kita adalah umat akhir zaman. Nabi Muhammad adalah nabi penutup. Saat ini banyak yang mengaku menjadi nabi. Hei apakah mereka tidak mengetahui tanda tanda dari kiamat? Kenapa mereka malah mempercepat kiamat ini. Ya kiamat sudah dekat, kebohongan dan fitnah sudah merajalela. Media, lagi lagi media adalah salah satu cara menyebarkan kebohongan dan fitnah. Riba merajalela melalui sistem perbankan. Semoga aku dan kamu adalah manusia yang dicintai dan dirahmati oleh Allah Swt. amiin.
Dan satu lagi debat kusir, gontok gontokan yang tidak pernah selesai. bumi bulat atau datar. dari zaman dahulu sampai akhirnya masalah ini muncul kembali.Ada suatu masa pada zaman dahulu semua manusia menyepakati bahwa bumi itu datar dan bumi adalah pusat dari alam semesta. Tak lama kemudian muncul galileo dan copernicus yang merubah itu semua. Oh ya, bumi itu bulat dan mataharilah pusat dari tata surya. Hei kalau bumi bulat berarti arah kiblat bisa diputar 180 derajat kan?
Entah kenapa pemikiran untuk menyelesaikan skripsi tidak ada dalam benak. So see you the future me.